Logo SantriDigital

Maulid nabi

Ceramah
T
Taufik Umar
26 April 2026 4 menit baca 0 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْعَظِيمِ: ﴿ لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ ﴾ (التوبة: 128). رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي. Yang terhormat para alim ulama, para kiai sepuh, para asatidz, para asatidzah, Bapak Ibu Guru yang saya hormati, serta seluruh santriwan dan santriwati yang saya cintai karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah Swt. yang telah mempertemukan kita di majelis yang mulia ini dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam. Senang sekali rasanya bisa berkumpul dengan kalian semua, para penerus bangsa yang insya Allah kelak akan menjadi pemimpin umat. Kalau melihat semangat kalian di sini, rasanya saya ingin kembali jadi santri lagi nih, tapi sayangnya umur sudah tidak memungkinkan. Tapi tidak apa, yang penting semangatnya tetap sama, yaitu mencintai Baginda Nabi. Bapak, Ibu, hadirin sekalian, dan terutama kawan-kawan santriku yang berbahagia. Hari ini kita memperingati kelahiran kekasih Allah, sang tauladan terbaik, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam. Seringkali kita merayakan ulang tahun, kan? Ada kue, lilin, tiup lilin, terus makan kue. Nah, kalau Maulid Nabi ini bukan sekadar tiup lilin lalu makan kue. Ini adalah momen untuk kita introspeksi, sudah sejauh mana kita meneladani beliau? Sudah seberapa sering kita bersholawat kepada beliau? Coba bayangkan, kita ini hidup di zaman yang serba canggih. Mau cari ilmu, tinggal buka HP, *googling*, *download*. Mau komunikasi, tinggal *chatting*. Mau pesan makanan, tinggal *klik*. Semuanya instan. Nah, kalau Nabi Muhammad dulu bagaimana? Zaman dulu itu kan belum ada HP, belum ada internet. Mau dakwah, harus jalan kaki berhari-hari, bahkan berbulan-bulan, menghadapi berbagai macam rintangan. Beliau harus sabar menghadapi cacian, hinaan, bahkan ancaman pembunuhan. Tapi apa beliau menyerah? Tidak! Beliau tetap teguh berjuang demi agama kita ini. Firman Allah dalam Al-Qur'an Surat At-Taubah ayat 128 itu sangat spesial: ﴿ لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ ﴾ Artinya: "Sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, terasa berat baginya apa yang menimpamu, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan kebahagiaan)mu, terhadap orang-orang beriman dia sangat penyantun lagi Maha Penyayang." Ayat ini menunjukkan betapa besar perhatian Rasulullah kepada kita umatnya. Beliau sangat peduli dengan kesulitan kita, bahkan sampai hatinya merasa berat melihat kita susah. Bayangkan saja, kalau ada ustaz atau guru yang sampai segitunya peduli sama santrinya, luar biasa kan? Nah, Rasulullah ini jauh lebih peduli lagi! Kadang saya mikir, kalau Rasulullah hidup di zaman sekarang, kira-kira beliau mau punya akun TikTok atau tidak ya? Kalau punya, kontennya apa ya? Mungkin bikin konten "10 Cara Menjadi Khusyuk Saat Sholat" atau "Resep Doa yang Cepat Dikabulkan ala Rasulullah". Hehehe. Tapi yang jelas, apapun medianya, tujuannya tetap sama: menyebarkan kebaikan dan menuntun kita ke jalan yang benar. Saudara-saudaraku, para santri, para pelajar yang saya banggakan. Meneladani Rasulullah itu bukan cuma tentang mengagumi kisah-kisahnya, tapi lebih dari itu, yaitu mengamalkan ajaran-ajarannya dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari hal kecil: berkata jujur, berbakti kepada orang tua, menghormati guru, menjauhi maksiat, dan terus menuntut ilmu. Jangan sampai kita lebih hafal lirik lagu daripada hafal surat-surat pendek. Jangan sampai kita lebih sering *update* status daripada *update* ilmu. Mari kita jadikan momen Maulid Nabi ini sebagai momentum untuk meningkatkan kecintaan kita kepada Rasulullah. Perbanyak sholawat, misalnya seperti ini: "Allahumma sholli ala Muhammad, wa ala ali Muhammad." Kalian tahu tidak, kalau kita bersholawat satu kali, Allah akan bersholawat sepuluh kali kepada kita? Wah, rugi banget kalau tidak bersholawat! Dapet diskon dari Allah berkali-kali lipat loh itu. Jadi, intinya, Maulid Nabi ini bukan cuma seremonial. Ini adalah panggilan hati untuk kita lebih dekat dengan Rasulullah, meniru akhlaknya, dan menyebarkan risalahnya. Mari kita jadikan diri kita sebagai agen-agen perubahan yang membawa nilai-nilai keislaman di mana pun kita berada. Ingat, kalian ini generasi penerus. Kalau kalian baik, insya Allah umat Islam akan baik. Tapi kalau kalian malah jadi generasi yang bikin pusing, ya... nanti yang ngurus repot. Terakhir, mari kita doakan semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, dan yang terpenting, dijauhkan dari segala maksiat dan didekatkan kepada Allah Swt. serta Rasul-Nya. Semoga di akhirat kelak kita semua mendapatkan syafaat dari Baginda Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam. Terima kasih atas perhatiannya, mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan atau ada lelucon yang kurang lucu. Tetap semangat belajar dan istiqomah di jalan Allah. وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →